Reomit Indonesia Hobby membaca dan manulis, sesekali main game MOBA sama temen meskipun sering dianggap bacot. Yang penting Heppi :)

Mitos-mitos dan misteri Blank 75 Gunung Semeru

3 min read

Mendaki Gunung Semeru, Jawa Timur, menjadi impian banyak kalangan, khususnya para pendaki. Ada kepuasan tersendiri ketika berhasil menuju puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. Padahal seperti kita ketahui, Gunung Semeru termasuk aktif, bahkan menyimpan berbagai mitos termasuk gawatnya kawasan Blank 75.

Menurut penulusuran Djurnal.com, setidaknya ada 6 mitos dan misteri Blank 75 yang konon dapat menyesatkan para pendaki. Berikut ini 6 mitos di Gunung Semeru :

Sosok Mbah Dipo

Hasil gambar untuk mbah dipo gunung semeru

Siapa Mbah Dipo? Ya, sebagaimana sosok Mbah Marijan yang pernah mentereng namanya karena waktu masih hidup bertugas sebagai juru kuncinya. Nah, Mbah Dipo ini adalah juru kuncinya Gunung Semeru. Mbah Dipo bertempat tinggal di kawasan yang sangat rawan apabila terjadi letusan maha dahsyatnya. Diakui sebagian masyarakat bahwa hanya Mbah Dipo yang dapat menangkap tanda-tanda akan kejadian tersebut.

Kesurupan di Kelik

Tidak sedikit kejadian pendaki kesurupan di Gunung Semeru. Banyak sekali laporan mengenai kesurupan yang terjadi di kawasan kelik. Selain itu dikawasan ini juga pernah terjadi kejadian pendaki yang jatuh, hilang, dan meninggal dunia.

iklan

Tapi kini Mbah Dipo sudah meninggal dunia. Andai saja nanti Gunung Semeru akan benar-benar meletus, ada satu pesan dari Mbah Dipo, yaitu : “Jangan pernah lari ke arah Desa Gunung Sawur tapi larilah menuju ke arah sungai.” Sampai saat ini tidak ada yang mengerti dari pesan Mbah Dipo tersebut, dan untung saja Semeru masih aman-aman saja sampai saat ini.

Tersesat

Seperti kebiasaan, sebelum mendaki para pendaki diberikan wejangan untuk tidak berkata kotor, berperilaku aneh-aneh selama pendakian. Larangan paling umum di setiap pendakian adalah dilarang berkata kotor dan perilaku macam-macam seperti merusak lingkungan. Banyak kejadian pendaki yang melanggar aturan ini akan terjebak bahkan tersesat selama pendakian.

So, buat kalian yang ingin mendaki Gunung Semeru janganlah merasa sombong dengan melanggar aturan yang ada. Konon ceritanya banyak orang meyakini Mahameru sebagai wilayah yang suci kediaman para dewa yang senantiasa menjaganya.

Hantu Wanita di Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau yang menjadi tempat peristirahatan pendaki gunung semeru. Konon ceritanya, para pendaki yang sedang berkemah disini sering melihat sosok hantu wanita dari tengah danau.

Kejadian penampakan hantu wanita ini sering terjadi saat bulan purnama tiba yang mereka yakini sebagai dewi penunggu ranu kumbolo. Gumpalan kabut tebal yang berputar-putar ditengah danau berubah menyerupai sosok wanita yang diyakini sebagai Ranu Kumbolo.

Ikan Mas di Ranu Kumbolo

Hasil gambar untuk Ikan Mas di Ranu Kumbolo

Selain terdapat penampakan sosok hantu wanita di Ranu Kumbolo, di kawasan ini juga terdapat ikan mas yang tidak diketahui asal usulnya. Para masyarakat disana menganggap ikan mas tersebut merupakan jelmaannya para dayang dewi penunggu danau Ranu Kumbolo. Terdapat larangan menangkap atau memancing ikan disini. Kalau dilanggar bersiaplah menerima hal-hal yang tidak diinginkan.

Arcopodo

Merupakan sebuah misteri yang sangat terkenal di Gunung Semeru. Bagaimana tidak, selepas hutan belantara terdapat dataran yang luas dimana diyakini menyimpan misteri Arcopodo yang artinya arca kembar. Ini mengingatkan kita pada sebuah legenda Mahameru, yang mengisahkan ditempat tersebut dulunya ada arca kembar yang berdiri tegak. Pendiri arca kembar itu adalah prajurit dari Kerajaan Majapahit.

Yang anehnya arca kembar tersebut tidak dapat dilihat oleh sembarang orang. Hanya orang tertentu saja yang dapat melihat keberadaannya. Lebih anehnya setiap orang yang melihat arca kembar tersebut tidak sama persepsinya mengenai wujudnya.

Dalam sebuah kasus ada yang mengatakan bahwa ia melihat arca itu wujudnya sebesar anak kecil. Namun ada juga yang mengatakan wujud arca tersebut bisa nampak dari jarak jauh, yang artinya berwujud seperti raksasa. Mungkin bagi yang belum tahu, Arcopodo ini merupakan pos dataran terakhir sebelum menuju puncak Mahameru.

Blank 75

Hasil gambar untuk semeru

Apa itu Blank 75? Ya, bagi para pendaki, istilah itu tidak asing lagi. Bahkan jalur di titik tersebut merupakan daerah yang harus diantisipasi bagi pendaki. Jika tidak, malapetaka akan dihadapi. Sudah seringkali Blank 75 memakan korban, terutama saat pendaki sedang melakukan perjalanan turun dari puncak Mahameru.

Gawatnya Blank 75 menurut Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ayu Dewi Utari adalah bahwa Blank 75 merupakan jalur yang akan dilewati pendaki baik ketika naik maupun turun.

Blank 75 memiliki keistimewaan tersendiri, karena di jalur itu ada dua arah yang bisa dilewati. “Ada arah ke kanan dan ke kiri. Pendaki harus tepat dalam memilihnya,” ujar Ayu sebagaimana dikutip dari Detik.com.

Dua pilihan itu sangat menentukan. Karena jika memilih arah jalur ke kanan pendaki akan menemukan jalur jalan yang landai dan pastinya nyaman untuk dilewati. Sebaliknya, jika memilih jalur ke kiri, pendaki akan menemukan jalan terjal dan sempit.

Meskipun demikian, justru jalur belok ke kanan yang landai itu seringkali memakan korban. Dikarenakan di jalur tersebut kedua sisi jalan setapak adalah jurang dengan kedalaman diatas 10 meter. “Berbeda dengan belok ke kiri, meski jalannya terjal. Namun itu adalah jalur yang benar menuju pos bawah,” beber Ayu.

Seperti halnya dalam pencarian terhadap Daniel Saroha (31), pendaki dilaporkan hilang juga difokuskan di Blank 75. Ada dugaan Daniel tersesat di jalur tersebut. “Pencarian Daniel juga di sana,” ujar Ayu.

Sementara menurut situs AMC Malang, blank 75 merupakan seluruh area turun antara lereng pasir Mahameru (Cemoro Tumbang/Cemoro Tunggal, Arcopodo dan sekitarnya) sampai ke Kalimati atau area vegetasi. Semua itu harus diwaspadai karena penuh dengan jalur jebakan yang membuat pendaki rawan mengalami dis-orientasi.

Kenapa demikian? Ya, karena selama pendaki turun, track-nya berbelak-belok, terkadang tanpa sadar pendaki sudah mengambil arah yang salah karena ada banyak persimpangan. Dari Arcopodo kembali ke Kalimati itu sangat membutuhkan kecermatan.

Kok masih bisa tersesat? Kan ada rambu-rambunya?

Ayu mengaku, rambu-rambu sudah dipasang di sepanjang jalur pendakian. Tapi masih ada saja kejadian pendaki tersesat atau tertimpa musibah lebih berat. Nah, terkait hal itu Ayu menuturkan, dari sebagian besar kejadian diketahui bahwa korban tertinggal dari rombongannya, atau memilih untuk berjalan sendiri.

“Dan pas di Blank 75, mereka kebingungan. Ini mungkin karena fisik sudah lelah dan suhu minus 0 derajat sangat besar mempengaruhi,” tuturnya.

Ayu pun hanya bisa mengimbau, bagi pendaki agar tetap waspada ketika melakukan pendakian. Keselamatan sangat penting, meski nyali berani dimiliki. “Daripada ada masalah,” tutupnya.

Daniel ditemukan

Dan sekadar info tambahan, bahwa pendaki bernama Daniel Saroha ditemukan selamat di kawasan Sumbermani, Kamis 13 Agustus 2015 siang tadi, sekitar pukul 13.30 WIB.

“Informasi yang kami dapatkan, survivor tersebut ditemukan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di kawasan Sumbermani dalam keadaan selamat dan tidak mengalami luka-luka sehingga korban akan dievakuasi menuju ke Pos Ranu Pani Lumajang,” kata Satrio, koordinator SAR Jember yang melakukan operasi SAR di Gunung Semeru, di Lumajang.

Warga Kampung Bojong Jengkol RT 002 RW 010 Desa Cilebut Barat, Bogor, itu seperti dikutipKompas.com, diduga tersesat di jalur pendakian Gunung Semeru, Selasa (11/8/2015) sore.

Reomit Indonesia Hobby membaca dan manulis, sesekali main game MOBA sama temen meskipun sering dianggap bacot. Yang penting Heppi :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *