Reomit Indonesia Hobby membaca dan manulis, sesekali main game MOBA sama temen meskipun sering dianggap bacot. Yang penting Heppi :)

Kronologi lengkap Dania tertimpa batu besar di Semeru

2 min read

Dua orang pendaki Gunung Semeru tertimpa batu besar yang jatuh dari puncak gunung tertinggi di pulau Jawa itu. Akibat kejadian ini, seorang pendaki bernama Dania Agustina Rahman (19)meninggal dunia, sedangkan satu pendaki lagi bernama M Rendyka mengalami patah kaki.

Korban Dania Agustina Rahman diketahui merupakan warga Jalan Arif Rahman Hakim Perbata No.4 RT 04 RW 04 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Sukabumi, Jawa Barat. Info yang didapat Dania merupakan mahasiswi Universitas Pasundan (Unpas) Bandung. Korban mengalami luka pada bagian kepala dan patah kaki kiri. Jenazah korban pada Rabu 12 Agustus 2015 malam tadi dibawa menuju Rumah Sakit Umum Lumajang, Jawa Timur.

Sementara korban M Rendyka, mahasiswa Universitas Harapan Mandiri Medan, Sumatera Utara dan merupakan warga Jalan Penguin 7 No.157 Dusun Kenanga Baru, Kecamatan Pecut Sei Tuan, Deliserdang ini kini dirawat di RS Syaiful Anwar Malang, Jawa Timur. Rencananya, korban akan menjalani operasi atas patah kaki kanan yang dideritanya.

“Kejadian sekitar pukul 05.45 pagi dengan lokasi kejadian keduanya sama, hanya sekitar 30 menit lagi saat perjalanan menuju puncak. Keduanya tertimpa batu besar yang jatuh dari puncak Semeru,” kata Kepala Bagian Data dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Khairun Nisa melalui pesan pendek di Malang, Rabu 12 Agustus malam.

Kedua pendaki itu berasal dari rombongan yang berbeda. Kebetulan saat itu keduanya bersama rombongan masing-masing dalam perjalanan menuju puncak Semeru.

Ironisnya, peristiwa ini hanya berselang 2 hari dari kabar hilangnya Daniel Saroha (31), warga Kampung Bojong Jengkol RT 02/ RW 10 Desa Cilebut Barat, Bogor, Jawa Barat. Apalagi pencarian terhadap pendaki ini juga belum membuahkan hasil.

“Semeru berduka, sekarang Gunung Semeru kita tutup total untuk pendakian sampai ditemukannya survivor atas nama Daniel Saroha,” tandas Nisa.

Kronologi

Hasil gambar untuk Dania tertimpa batu besar

Adik dari M Rendyka, Yoga Aditia (18) menceritakan, Yoga dan kakaknya Rendyka tiba di Malang pada Senin 10 Agustus lalu. Mereka bertemu dengan 17 pendaki lainnya di Stasiun Kota Baru Malang dan bergabung menjadi rombongan besar. Mereka memilih naik langsung ke Gunung Semeru dan mendirikan tenda di Pos Kalimati. Pada Rabu dini hari mereka meneruskan perjalanan menuju puncak.

Menurut Yoga, perjalanan menuju puncak Semeru saat itu sudah penuh sesak dipadati oleh para pendaki dengan tujuan yang sama. Peristiwa nahas itu sendiri terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 05.45.

“Mungkin saat itu sudah ada sekitar 200 pendaki yang berjalan beriringan menuju puncak. Satu di antara pendaki yang berjalan beriringan dengan kami itu ya korban Dania. Saya tak mengenalnya karena kami berbeda rombongan,” ujar Yoga di RS Syaiful Anwar Malang, Jawa Timur, Rabu malam.

Saat puncak Semeru sudah diambang mata, peristiwa nahas itu terjadi. Diduga ada pendaki yang salah menginjak dan menyebabkan bongkahan batu besar jatuh ke bawah. Batu menggelinding dengan cepat dan sekumpulan para pendaki memilih menghindar dengan mengambil posisi ke sebelah kanan.

“Saat itu kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba ada pendaki di atas kami yang berteriak batu jatuh. Kami perkirakan batu itu akan jatuh ke arah kiri, tapi batu itu menghantam tebing dan terbelah jadi dua lalu memantul ke arah kanan menimpa kami,” ucap Yoga.

Hasil gambar untuk Dania tertimpa batu besar

Yoga bisa menghindar, tapi batu itu menghantam kaki kakaknya, M Rendyka. Sedangkan korban Dania yang saat itu hanya berjarak sekitar 3 meter dari keduanya dalam posisi duduk beristirahat. Dania tak siap menghindari batu itu dan meninggal seketika setelah dihantam batu tepat dibagian kepalanya.

“Korban saat itu sepertinya sudah dalam posisi tak kuat menuju puncak, tapi terus disemangati oleh kawannya agar melanjutkan perjalanan. Dia dalam posisi tak siap saat batu itu jatuh dari atas,” ungkap Yoga sebagaimana dilansir Liputan6.com.

Para pendaki memilih menghentikan perjalanan menuju puncak dan bersepakat untuk turun dan membawa jenazahh Dania turun ke bawah menuju Pos Ranupani. “Kami membuat tandu dengan peralatan seadanya untuk membawa jenazah korban turun ke bawah,” kata Hendry.

Daniel Sahora

Sekadar informasi tambahan yang penting, untuk pendaki yang tersesat di Gunung Semeru, Daniel Saroha hingga kini masih dicari tim gabungan. Keluarganya berharap untuk keselamatan Daniel dengan menggelar doa bersama di rumahnya, RT 2 RW 10, Kampung Bojong Jengkol, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Adapun kronolognya begini, saat itu Daniel Saroha mendaki Gunung Semeru bersama rombongan yang berjumlah 21 orang pada Selasa 11 Agustus 2015 sore. Setelah tiba di Puncak Mahameru, Daniel bersama rombongan turun dari gunung.

Terakhir Daniel terlihat pukul 11.00 WIB di batas vegetasi terakhir. Ketika ditunggu hingga pukul 14.00 WIB, Daniel tidak juga muncul. Lalu rombongan pun turun ke Kalimati meminta bantuan porter dan saver. Pencarian dilanjutkan lagi di sekitar Arcopodo, tapi belum juga berhasil ditemukan.

Semoga lekas ditemukan selamat.

Reomit Indonesia Hobby membaca dan manulis, sesekali main game MOBA sama temen meskipun sering dianggap bacot. Yang penting Heppi :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *